PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PERGURUAN TINGGI)
MANUSIA DAN AGAMA
ABSTRAK
Agama akan memelihara manusia dari penyimpangan, kesalahan dan menjauhkannya dari tingkah laku yang negatif. Bahkan agama akan membuat hati manusia menjadi jernih, halus dan suci. Dalam Al Qur’an, ada beberapa konsep berkenaan dengan manusia. Dari ayat-ayat yang berkenaan dengan manusia, Al- Qur’an menyebut manusia dalam beberapa nama:a. Konsep al-Basyr.Aspek fisik itulah yang membuat pengertian basyar mencakup anak turun Adam secara keseluruhan.Kata basyar disebutkan sebanyak 36 kali dalam bentuk tunggal dan hanya sekali dalam bentuk mutsanna. b. Konsep Al- Insan kata insan bila dilihat asal kata al-nas, berarti melihat, mengetahui, dan minta izin.Atas dasar ini, kata tersebut mengandung petunjuk adanya kaitan substansial antara manusia dengan kemampuan penalarannya. c. Konsep Al-Naas Dalam konsep an-naas pada umumnya dihubungkan dengan fungsi manusia sebagai makhluk sosial (Jalaluddin, 2003: 24).Tentunya sebagai makhluk sosial manusia harus mengutamakan keharmonisan bermasyarakat. Manusia harus hidup sosial artinya tidak boleh sendiri-sendiri.Karena manusia tidak bisa hidup sendiri.d. Konsep Bani Adam digunakan untuk menyatakan manusia bila dilihat dari asal keturunannya.e. Konsep Al-Ins, Kata al-Ins dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 18 kali, masing-masing dalam 17 ayat dan 9 surat. Muhammad Al-Baqi dalam Jalaluddin (2003: 28) memaparkan al-Isn adalah homonim dari al-Jins dan al-Nufur.f. Konsep Abdu Allah (Hamba Allah) M. Quraish Shihab dalam Jalaluddin, seluruh makhluk yang memiliki potensi berperasaan dan berkehendak adalah Abd Allah dalam arti dimiliki Allah
PENDAHULUAN
Manusia, Agama dan Islam merupakan masalah yang sangat penting, karena ketiganya mempunyai pengaruh besar dalam pembinaan generasi yang akan datang, yang tetap beriman kepada Allah dan tetap berpegang pada nila-nilai spiritual yang sesuai dengan agama- agama samawi (agama yang datang dari langit atau agama wahyu).
Agama merupakan sarana yang menjamin kelapangan dada dalam individu dan menumbuhkan ketenangan hati pemeluknya.Agama akan memelihara manusia dari penyimpangan, kesalahan dan menjauhkannya dari tingkah laku yang negatif. Bahkan agama akan membuat hati manusia menjadi jernih, halus dan suci. Disamping itu, agama juga merupakan benteng pertahanan bagi generasi muda muslim dalam menghadapi berbagai aliran sesat. Agama juga mempunyai peranan penting dalam pembinaan akidah dan akhlak dan juga merupakan jalan untuk membina pribadi dan masyarakat yang individu-individunya terikat oleh rasa persaudaraan, cinta kasih dan tolong menolong.
PEMBAHASAN
Konsep dan Pengertian Manusia dalam Al Quran
Manusia merupakan mahluk hidup yang paling
sulit dimengerti meskipun oleh dirinya
sendiri. Manusia adalah mahluk yang tidak bisa ditebak, namun
rasional. Manusia juga memiliki fisik
yang baik seperti halnya mahluk hidup
lainnya. Manusia juga memiliki akal sehingga dia dapat menciptakan
hal-hal yang luar biasa meskipun secara fisik dia tidak mampu melakukannya. Manusia
melakukan hal-hal hebat dengan bantuan mesin-mesin yang dibuatnya.
Dengan begitu, manusia bukanlah hewan,
tapi mirip dengan hewan karena punya akal dan
perasaan. Sehingga manusia
tidak memiliki konsep definisi yang jelas akan dirinya.
Dalam Al Qur’an, ada beberapa konsep
berkenaan dengan manusia. Dari ayat-ayat
yang berkenaan dengan manusia, Al-Qur’an menyebut manusia dalam beberapa
nama, berikut adalah penjelasannya :
a. Konsep al-Basyr
Penelitian terhadap kata manusia
yang disebut al-Qur’an
dengan menggunakan kata basyar menyebutkan, bahwa yang dimaksud
manusia basyar adalah anak turunan
Adam, makhluk fisik yang suka makan dan berjalan ke pasar. Aspek fisik itulah yang membuat
pengertian basyar mencakup
anak turun Adam secara keseluruhan.Kata basyar disebutkan sebanyak
36 kali dalam bentuk tunggal
dan hanya sekali dalam bentuk mutsanna.
Berdasarkan konsep basyr, manusia
tidak jauh berbeda
dengan makhluk biologis
lainnya. Dengan demikian
kehidupan manusia terikat
kepada kaidah prinsip kehidupan biologis seperti
berkembang biak. Sebagaimana halnya dengan makhluk
biologis lain, seperti binatang. Mengenai proses dan fase perkembangan manusia sebagai makhluk biologis,
ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an, yaitu:
1.
Prenatal (sebelum
lahir), proses penciptaan manusia berawal dari pembuahan (pembuahan sel dengan sperma)
di dalam rahim, pembentukan fisik (QS. Al Mu’minuun: 12-14)
2. Post natal (sesudah
lahir) proses perkembangan dari bayi, remaja,
dewasa dan
usia lanjut sebagaimana dalam surat Al Mu’min
b. Konsep Al-Insan
Kata insan bila dilihat asal kata al-nas,
berarti melihat, mengetahui, dan minta
izin.Atas dasar ini, kata tersebut mengandung petunjuk adanya kaitan substansial antara manusia dengan
kemampuan penalarannya. Manusia dapat mengambil
pelajaran dari hal-hal yang dilihatnya, dapat mengetahui apa yang benar dan apa yang salah, serta dapat
meminta izin ketika akan menggunakan sesuatu yang bukan miliknya.
Berdasarkan pengertian ini, tampak bahwa manusia mampunyai potensi untuk dididik.
c. Konsep Al-Naas
Dalam konsep an-naas
pada umumnya dihubungkan dengan fungsi manusia
sebagai makhluk sosial (Jalaluddin, 2003: 24).Tentunya sebagai
makhluk sosial manusia harus mengutamakan keharmonisan bermasyarakat. Manusia harus hidup sosial artinya tidak
boleh sendiri-sendiri.Karena manusia tidak bisa hidup
sendiri.
d. Konsep Bani Adam
Adapun kata bani adam dan zurriyat Adam,
yang berarti anak Adam atau keturunan
Adam, digunakan untuk menyatakan manusia bila dilihat dari asal keturunannya. Dalam Al-Qur’an istilah bani
adam disebutkan sebanyak 7 kali dalam
7 ayat. Penggunaan kata bani Adam menunjuk pada arti manusia secara umum. Dalam hal ini setidaknya ada tiga
aspek yang dikaji, yaitu: Pertama, anjuran
untuk berbudaya sesuai dengan ketentuan Allah, di antaranya adalah dengan berpakaian guna manutup auratnya.
Kedua, mengingatkan pada keturunan
Adam agar jangan terjerumus pada bujuk rayu setan yang mengajak kepada keingkaran.Ketiga, memanfaatkan
semua yang ada di alam semesta dalam rangka ibadah dan mentauhidkanNya. Kesemuanya itu adalah merupakan
anjuran sekaligus peringatan Allah dalam rangka memuliakan keturunan Adam dibanding makhluk-Nya yang
lain. Lebih lanjut Jalaluddin mengatakan
konsep Bani Adam dalam bentuk menyeluruh adalah mengacu kepada penghormatan
kepada nilai-nilai kemanusian.
e. Konsep Al-Ins
Kata al-Ins dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 18 kali, masing- masing dalam 17 ayat dan 9 surat. Muhammad Al-Baqi
dalam Jalaluddin (2003:
28) memaparkan al-Isn adalah homonim
dari al-Jins dan al-Nufur. Lebih lanjut Quraish Shihab mengatakan
bahwa dalam kaitannya dengan jin, maka manusia
adalah makhluk yang kasab mata. Sedangkan jin adalah makhluk
halus yang tidak tampak.
f. Konsep Abdu Allah (Hamba Allah)
M. Quraish Shihab dalam Jalaluddin,
seluruh makhluk yang memiliki potensi
berperasaan dan berkehendak adalah Abd Allah dalam arti dimiliki Allah.Selain itu kata Abd juga bermakna
ibadah, sebagai pernyataan kerendahan diri.
Menurut M. Quraish memandang ibadah
sebagai pengabdian kepada Allah baru dapat terwujud bila seseorang dapat
memenuhi tiga hal, yaitu:
1. Menyadari bahwa yang dimiliki termasuk dirinya adalah
milik Allah dan berada di bawah kekuasaan Allah.
2. Menjadikan segala bentuk sikap dan aktivitas selalu
mengarah pada usaha untuk memenuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
3. Dalam mngambil keputusan selalu mengaitkan dengan restu
dan izin Allah.
B. Fitrah Manusia
Dalam setiap diri manusia selalu ada
pertanyaan yang selalu muncul dalam dirinya yaitu “dari mana saya datang?”,
“apa yang terjadi
ketika saya sudah
mati?”. Pertanyaan-pertanyaan ini yang mengakibatkan manusia selalu
mencari jawabannya. Mencari jawaban
dan selalu ingin tahu merupakan fitrah manusia
yaitu hal yang sudah ada dan berdasar di dalam hidup manusia. Para ahli teologi Islam mengatakan bahwa fitrah adalah satu hal yang dibekalkan
Allah kepada setiap manusia.
Karenanya, ciri-ciri sesuatu
yang bersifat fitri adalah tidak dipelajari,
ada pada semua manusia, tidak terkurung oleh batas-batas teritorial dan masa, dan tidak akan pernah hilang. Hal-hal
dasar yang mengakibatkan manusia sering mencari
disebabkan karena menurut
Al-Qur’an manusia terdiri
atas:
1. Ruh dan Jiwa (Al-Ruh dan Al-Nafs)
Banyak ulama yang menyamakan pengertian
antara ruh dan jasad. Ruh berasal dari alam arwah dan memerintah dan menggunakan jasad sebagai alatnya. Sedangkan jasad berasal dari alam
ciptaan, yang dijadikan dari unsur materi.
Tetapi para ahli sufi membedakan ruh dan jiwa. Ruh berasal dari tabiat Ilahi dan cenderung kembali ke asal
semula.
2. Akal
Akal yang dalam bahasa Yunani disebut nous
atau logos atau intelek (intellect)
dalam bahasa Inggris adalah daya berpikir yang terdapat dalam otak, sedangkan "hati" adalah daya
jiwa (nafs nathiqah). Daya jiwa berpikir yang ada pada otak di kepala
disebut akal. Sedangkan yang ada pada hati (jantung) didada
disebut rasa (dzauq). Karena itu ada dua sumber pengetahuan, yaitu pengetahuan akal (ma'rifat aqliyah) dan
pengetahuan hati (ma'rifat qalbiyah). Kalau para filsuf mengunggulkan pengetahuan akal, para sufi lebih mengunggulkan pengetahuan hati (rasa).
3. Hati (Al-Qalb)
Hati atau sukma terjemahan dari kata bahasa Arab qalb. Sebenarnya terjemahan yang tepat dari qalb adalah
jantung, bukan hati atau sukma. Tetapi, dalam
pembahasan ini kita memakai kata hati sebagaimana yang sudah biasa. Hati adalah segumpal daging yang berbentuk
bulat panjang dan terletak didada sebelah kiri. Hati dalam pengertian ini bukanlah objek kajian kita di sini,
karena hal itu termasuk bidang kedokteran yang cakupannya bisa lebih
luas, misalnya hati binatang, bahkan
bangkainya.
C.
Tujuan Penciptaan Manusia
Ajaran Islam memperkenalkan manusia dengan menjelaskan fungsinya di dunia
ini.
1. Untuk menyembah kepada-Nya
2. Khalifah
Allah di bumi. Manusia adalah makhluk yang bertugas
mengurus bumi dengan seluruh isinya dan berkewajiban memakmurkannya sebagai amanah
dari Allah SWT.
D.
Hubungan Manusia dengan
Agama
Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada
Tuhan Yang
Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia
serta lingkungannya.
Kata "agama" berasal
dari bahasa Sanskerta, āgama yang
berarti "tradisi". Sedangkan
kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio
dan berakar pada kata kerja re-ligare
yang berarti "mengikat
kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya
kepada Tuhan.
Menurut
agama Islam, manusia
diciptakan di bumi untuk beribadah
kepada Allah. Selain itu, manusia
diciptakan di bumi sebagai khalifah
atau pemimpin di bumi. Dengan perannya tersebut,
manusia diharapkan untuk:
1.Sadar sebagai mahluk individu yaitu mahluk hidup yang
berfungsi sebagai mahluk
yang paling utama di antara mahluk-mahluk lain,
2.
Sadar
bahwa manusia adalah mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial, manusia harus mengadakan interelasi dan interaksi
dengan sesamanya. Itulah sebabnya Islam mengajarkan perasamaan
3.Sadar manusia adalah hamba Allah SWT. Manusia
sebagai mahluk yang berketuhanan,
memiliki sikap dan watak religius yang perlu dikembangkan.
KESIMPULAN
Dalam Al-Qur’an, ada beberapa konsep
berkenaan dengan manusia. Yaitu Konsep Al-Basyr,
Konsep Al-Insan, Konsep Al-Naas, Konsep Bani Adam, Konsep
Al-Ins, Konsep Abdu Allah (Hamba Allah). Manusia merupakan mahluk Tuhan yang paling sempurna karena manusia
memiliki segala unsur dari mahluk hidup lainnya
ditambah dengan akal pikiran.
Manusia
membutuhkan agama karena hal tersebut
merupakan fitrah manusia.
Fitrah tersebutlah yang menyebabkan manusia
berhubungan dengan agama untuk
mencari jati dirinya.
Tujuan penciptaan manusia adalah untuk
menyembah kepada Allah dan menjadi khalifah fil ardi.
Agama memiliki tujuan untuk menjadikan
manusia melakasankan segala peran yang diperintahkan Allah. Sehingga agama mengatur segala
sendi kehidupan manusia
dan dapat dikatakan
agama merupakan pengatur
manusia untuk menjalankan perannya di muka
bumi.
Komentar
Posting Komentar